08 January 2014
Polisi Dalam kasus Nuansa Agama, Kekerasan Perempuan dan Pungli
Wednesday, January 08, 2014
2 comments
“Tugas keseharian polisi adalah memelihara
keamanan,
menjaga ketertiban masyarakat, menegakkan hukum
dan
memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat"
M. Syafi’ie
Membincangkan kinerja polisi
tidak pernah selesai. Setiap saat pasti ada evaluasi terhadapnya. Peran dan
tanggungjawab polisi selalu penting untuk dibincangkan. Bukan karena apa, karena polisi bisa dikatakan adalah
satu-satunya lembaga negara yang diberikan otoritas konstitusi untuk menjaga
keamanan, memelihara ketertiban dan menegakkan hukum. Pucuk perbincangan
masyarakat ketika terjadi persoalan keamanan dan ketertiban pasti tidak lepas
dari polisi. Sikap masyarakat itu sekali lagi sangat beralasan, karena Pasal 30
ayat 4 UUD 1945 sangat tegas menyatakan bahwa Kepolisian Ripublik Indonesia adalah alat negara yang menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat, bertugas melindungi, mengayomi, melayani
masyarakat, serta menegakkan hukum”.
09 October 2013
Penegak Hukum Tak Mengerti Difabel
Wednesday, October 09, 2013
No comments
~~~ M. Syafi' ie
Berikan kepada saya hakim dan jaksa yang baik,
maka dengan peraturan yang buruk pun
saya bisa
membuat putusan yang baik
(Taverne)
Penegak hukum adalah pundak bagaimana hukum bisa merespon persoalan-persoalan
masyarakat. Adil atau tidak satu penegakan hukum, salah satunya bergantung
kepada para penegak hukum itu sendiri. Satjipto Rahardjo mengatakan, penegakan
hukum itu bukan merupakan satu tindakan yang pasti, yaitu sekedar menerapkan
satu peraturan hukum pada satu kejadian, sebab penegakan hukum ibarat menarik
garis lurus antara dua titik : antara hukum dan manusia. Pada level
hukum yang normatif, penegakan
hukum terlihat sederhana dan mudah, tinggal menerapkan satu peraturan. Tapi,
penegakan hukum sebenarnya tidak semudah itu, karena penegak hukum harus
mengerti tentang konteks sosial masyarakat, keadaan manusia yang bermasalah
dengan hukum, dan bagaimana teks hukum harus diterapkan pada sisi yang lain.
05 July 2013
Penyalahgunaan Wewenang
Friday, July 05, 2013
No comments
Hukum pasti bertitik tolak pada satu
hal, yaitu hubungan manusia dan hukum. Semakin landasan sebuah teori
bergeser ke faktor peraturan, maka ia menganggap hukum sebagai unit tertutup
yang formal-legalistik. Sebaliknya,
semakin bergeser ke manusia, semakin teori itu terbuka dan menyentuh mosaik
sosial kemanusiaan
(Bernard
L. Tanya)
M. Syafi’ie
Mempersalahkan masyarakat atas kesalahannya
tentu sangat mudah. Tinggal mengurai
tindakan, kualifikasi kesalahan, dan setelah itu ada jelas sanksi hukumnya.
Tapi, untuk mempersalahkan pemangku kebijakan atas penyalahgunaan wewenangnya,
kita tidak bisa berharap banyak apakah
kesalahan itu diproses secara hukum, dan diberikan sanksi yang setimpal. Bahasa refleks masyarakat seringkali muncul :
‘begitulah hukum, tajam ke bawah tapi
pasti tumpul ke atas’. Ucapan itu sederhana, tapi senantiasa muncul karena
masyarakat merasa begitu banyak ketidakadilan atas perilaku pemangku kebijakan
yang sewenang-wenang, dan masalahnya tidak terjamah oleh supremasi hukum.
Rezim Tak Terkontrol
Friday, July 05, 2013
No comments
Orang-orang
pintar yang mentalnya di bawah standar,
Tentunya
lebih besar potensinya berbuat kerusakan
(Mustofa
Bisri)
M. Syafi’ie
Beberapa
tahun ini adalah masa yang paling meresahkan bagi mereka yang peduli terhadap
perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia. Betapa tidak? Di tengah belum lama
kita menghirup udara transparansi, kebebasan berpendapat, peradilan bagi pelaku
korupsi, dan mendorong pertanggungjawaban pengelolaan pemerintahan yang
berpihak kesejahteraan rakyat, tapi bersama itu pula, pemerintah rupanya tidak
terima menjadi obyek kritik. Pemerintah, dengan aliansi politiknya di
legislatif telah mempersiapkan segudang amunisi agar suara masyarakat sipil
yang kritis bisa dikendalikan. Pemerintah telah menyulap wakil rakyat sebagai
penyuara kepentingan kekuasaan.
24 February 2013
BURUH YANG TERPINGGIR : PERSPEKTIF HISTORIS DAN ISLAM
Sunday, February 24, 2013
No comments
~~ M. Syafi'ie
Buruh! Kata itu selalu identik dengan
perlawanan. Tidak jarang, ada sekelompok orang membencinya karena tidak
henti-henti dalam menuntut. Pengusaha sebagai majikan selalu menutup tuntutan,
dan memecah belah para buruh. Hal serupa kerap dilakukan pemerintah : memukuli
para buruh yang demonstrasi, membuat kebijakan yang mengkerdilkan, dan
mendorong discourse yang memojokkan
kaum buruh. Sebagai kelompok pekerja, buruh selalu dilemahkan. Karl Marx
menyebut, situasi yang menimpa buruh adalah satu konsekwensi. Sebab, para buruh
memperjuangkan kelasnya.
22 February 2013
Paradigma Profetik : Tawaran Paradigma Penegakan Hukum
Friday, February 22, 2013
No comments
~~ M. Syafi' ie
Penegakan hukum bukanlah
pekerjaan yang biasa dan bergerak normal, tetapi merupakan pekerjaan yang
membutuhkan keseriusan tinggi, komitmen yang total dan semangat menegakkan
keadilan yang utuh. Penegak hukum akhirnya bukanlah seorang yang sekedar
digerakkan oleh pasal-pasal dalam perundang-undangan, tetapi harus
mengkontekstualisasi dan mengobyektifikasi
nilai-nilai yang ada dalam teks terhadap fakta-fakta yang berkembang
sehingga keberadaan teks yang mati
tersebut selaras dengan semangat konteks yang selalu dinamis, hidup dan tidak
bermakna tunggal.
21 February 2013
Tjokroaminoto : Inspirasi Pergerakan Sosialisme Islam Indonesia
Thursday, February 21, 2013
No comments
~~ M. Syafi’ie
Pasca kemerdekaan Indonesia, mungkin tidak banyak
orang yang kembali menengok kebelakang membaca kembali sosok-sosok inspiratif
yang menggerakkan perlawanan terhadap kolonialisme Hindia Belanda. Pandangan
dan sikap politik mereka patut diobyektifikasi untuk membangkitkan pergerakan
nasional kekinian yang kehilangan arah perjuangan.
Tokoh itu adalah Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.
Lahir di Bakur, sebuah desa di Madiun pada tanggal 16 Agustus 1887. Tjokroaminoto
adalah lulusan Opleiding School voor Inlandsche Ambenaren (OSVIA)
Magelang. Tjokroaminoto masih keturunan bangsawan yang bergelar Raden Mas. Walaupun
dirinya tidak pernah memakai embel-embel gelar kebangsawanannya dalam ruang
sosialnya.
Transformasi Islam Untuk Bebas dari Kemiskinan
Thursday, February 21, 2013
No comments
M. Syafi'ie
Kita tahu penduduk negara Indonesia
mayoritas adalah muslim. Tapi, di negara ini pula kemiskinan merajalela. Dalam
rilis LIPI dikatakan bahwa
jumlah orang miskin tahun 2010 bertambah terus. Orang-orang miskin
akan membengkak dari 32,5 juta jiwa pada 2009 akan membesar menjadi 32,7 juta
jiwa pada 2010. Pada tahun 2011, data BPS menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang. Sedangkan tahun 2012 sebagaimana dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai 29,13 juta orang.
Dinamika dan Posisi HMI (MPO) di Era Transisi
Thursday, February 21, 2013
No comments
M. Syafi’ie [2]
Radikalisasi
gerakan HMI (MPO) terbangun dari empat faktor.
Pertama,
persentuhan aktifis HMI dengan
perkembagan
dunia
Islam, khususnya revolusi Iran
1979.
Kedua,
kebijakan rezim orde baru yang refresif utamanya terkait asas tunggal.
Ketiga,
faktor reformasi 1998 yang gagal.
Keempat,
faktor pengader HMI dan alumni
(Ubedillah
Badrun)
Gerakan
HMI mempunyai dinamikanya sendiri dalam setiap periode dan zamannya. Rezim
kekuasaan yang terbangun dalam struktur kekuasaan politik selalu terimbangi
oleh positioning sikap kritis gerakan mahasiswa, termasuk di dalamnya adalah
HMI. Struktur kekuasaan yang berjalan, sudah biasa terusik oleh lantangnya
suara gerakan mahasiswa. Rezim berkuasa dalam lintasan sejarah, selalu terganggu oleh gerakan mahasiswa, karena itu
penguasa telah terbiasa dengan mempolitisasi, melakukan infilterasi dan mengorganisasikan tekanan-tekanan
terhadap gerakan mahasiswa sehingga tidak padu dan berkonflik secara internal.
Perpecahan gerakan HMI yang kemudian menjadi organisasi HMI (Dipo) dan HMI
(MPO) tidak lepas dari intrik dan politisasi kekuasaan itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)





