06 August 2015

Kebebasan Beragama dan Hilangnya Peran Polisi

~~~M. Syafi'ie 

Pendahuluan
Dalam wacana hak asasi manusia, kebebasan beragama dimasukkan menjadi  bagian dari hak sipil dan politik. Hak-hak yang terkatagori sipil dan politik sering disebut sebagai hak-hak negatif  (negatif rights), di mana jaminan hak di dalamnya akan dapat terpenuhi apabila peran negara terbatasi, yaitu apabila Negara tidak aktif melakukan intervensi terhadap keyakinan dan kepercayaan agama seseorang.

01 March 2015

HUKUM TIDAK ADIL KEPADA DIFABEL



M. Syafi’ie


Hukum adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya.
Hukum tidak ada untuk dirinya melainkan untuk sesuatu yang luas,
yaitu untuk harga diri manusia, kebahagiaan,
kesejahteraan dan kemuliaan manusia.[2]



Pengantar

Tidak ada yang membayangkan bahwa hukum akan menciderai keadilan dan kemanusiaan. Sebab, tujuan hukum sebagaimana teori etis ialah semata-mata untuk mewujudkan keadilan. Isi hukum semata-mata ditentukan oleh keyakinan etis tentang adil ataukah tidak. Dengan konstruksi etis itulah, maka hukum tidak hanya ditempatkan sebagai produksi dan implementasi peraturan dan norma-norma, tetapi sejauhmana keberadaan hukum telah berkontribusi untuk keadilan sosial, kemaslahatan, dan memanusiakan manusia.

23 December 2014

Tak Hanya Terang

~~


Terkondisikan dalam terang, pikiran dan perasaan kerap lupa akan gelap. Menafikan hal-hal yang remang. Padahal, di balik kondisi terang, ada kondisi gelap dan remang terlebih dulu. Semestinya, proses dan kondisi yang gelap, remang dan terang dimaknai secara bersamaan. Penunggalan kondisi akan berdampak pada pengurangan proses belajar, memotong sejarah dan meniadakan hal-hal lain yang saling menopang.

22 December 2014

Keberagaman

~~

Aku melangkah di tengah penasaran dan keingintahuan. Aku berdialog dengan  aktor-aktor dan berbagai elemen yang dulu hanya muncul dalam diskusi. Aku bertemu dengan para Kyai yang katanya keras, bertemu dengan tertuduh teroris dan keluarganya, bercengkrama dengan pejuang kemerdekaan, pelacur, waria, tokoh sufi, difabel, politisi, tokoh pergerakan dan beberapa pribadi unik lainnya. Demikian juga dengan ragam organisasi yang menaungi berbagai varian kepribadian itu.

Fiqh dan Difabilitas

~~

Beberapa bulan yang lalu, saya mengikuti Focus Group Discussion tentang Fiqh & Difabilitas yg diselenggarakan Fakultas Syariah UIN SUKA, Yogyakarta. Kegiatan ini layak diapresiasi tinggi. Diakui atau tidak, diskriminasi yang menimpa difabel, salah satu sumbernya adalah fiqh islam yg terproduksi beberapa abad lalu, dan dalam beberapa hal telah menjadi hukum positif di Indonesia. Dan dalam beberapa hal lagi ad kebutuhan adanya fiqh yg bisa menjawab persoalan2 difabilitas.

Di antara diskriminasi itu misal, legalisasi perceraian atau poligami karena difabilitas, peniadaan hak waris karena difabel diposisikan di bawah pengampuan, tidak diperkenankannya difabel menjadi pihak dalam hubungan perdata (perjanjian di perbankan, asuransi, dst), tidak diakuinya difabel dlm persaksian, dan seterusnya. Fiqh Islam baik dimensinya perdata, pidana dan politik dalam banyak hal masih meniadakan hak-hak difabel.

Persoalan lain yang mesti di jawab oleh fiqh kontemporer ataranya ialah : gimana keabsahan ibadah difabel paraplegi yang kondisinya tdk mampu mengkontrol kencing? Bagaimana pertanggungjawaban agama difabel mental dimana antara umur kalender dan mentalnya berbeda? bolehkah sholat pake kursi roda? Dan seterusnya.

Jawaban fiqh biasanya selalu ad konsep darurat dan rukhsoh. Padahal dalam banyak kasus, difabel akhirnya terkucil di rumah dan tak dpt berinteraksi dlm pergaulan keagamaan. Akibatnya, tempat ibadah pun di Indonesia rata2 terdesain tdk aksesibel dan mudarat bagi teman2 difabel. Kadang saya bergumam, difabel di paksa di tutup haknya utk masuk surga

Karena itu, FGD fiqh dan difabel dan rencana lanjutan akan ad penulisan fiqh dan difabel adalah hal yang kontributif bagi kerja2 kemanusiaan dan peradaban. Yang penting juga, buku yg diinisiasi oleh beberapa dosen UIN SUKA ini mampu meramu dan mendorong pendekatan fiqh yg respect terhadap kesetaraan, persamaan antar manusia, inklusi dan non diskriminasi.

Selamat Hari Ibu

~~

Selamat hari Ibu, kawan sekalian. Sebagai seorang ayah dari anak kecilku, aku rela memberi segala rasa hormat pada sosok Ibu. Ia adalah pribadi yg paling dekat dg anak2, mungkin bisa dikatakan : ibu adalah wajah masa depan anak2. Kepribadian dan pengetahuan ibu sangat berdampak pada kepribadian anak2.

Dalam pikiran sederhana : memperbaiki masa depan dunia adl memikirkan kembali kualitas para Ibu, baik pikiran, kesehatan dan perannya dlm struktur sosial.

Untuk kualitas pikiran, layak digagas pendidikan buat para Ibu. Asupan2 pengetahuan ttg dunia anak dan gagasan perubahan sosial penting utk di share didiskusikan.

Untuk kesehatan, layak dipikirkan kembali bagaimana skema jaminan kesehatan diperuntukkan kepada para ibu. Data kematian ibu saat melahirkan msh teramat besar. Dan banyak anak lahir dan hidup dg kondisi memprihatinkan akibat dari kemiskinan dan ketiadaan akses kesehatan.

Dalam struktur sosial, para Ibu sangat layak diberi ruang yg setara dg para bapak. Bukan saatnya lagi peran para ibu hanya di dapur dan dinomorduakan dlm pengambilan kebijakan sosial. Mungkin sebab itu, wajah sosial saat ini adl wajah laki-laki dan tak ramah utk konstruksi keadilan gender.

Ada banyak hal yg perlu dipikir ulang terkait perayaan hari Ibu kaitannya dg ragam persoalan kontemporer. Setiap org pasti punya pengalaman dg sosok ibu, setiap org lahir dr rahimnya. Saat ini, perayaan hari Ibu msh banyak yg termaknai secara personal. Padahal lebih dari itu, perayaan ini layak menjadi momentum utk pergerakan dan perubahan sosial

Ombang-Ambing

~~

Ada kondisi dimana manusia hidup seperti buih. Cara pandang dan pola hidupnya mengikuti arus pasar yg begitu bebas. Ia terombang ambing di tengah arus informasi, hawa nafsu dan kepentingan2 yg tak terfikirkan.

Sebab itu, di zaman yg serba permukaan ini, kemendalaman dan pengilmuan thd banyak hal menjadi sangat penting. Kemuliaan manusia terletak pada pikirannya. Berfikir sebelum berbuat adalah pembeda kualitas seseorang.

Rindu dan Kehilangan

~~

Rindu dan kehilangan adalah dua hal yang tak terpisah dari seseorang yang jatuh cinta. Kehilangan seperti penjara yang sungguh membosankan. Seperti hamba yang diliputi cinta akan tuhannya, sesaat namanya tak terdzikirkan, atau terlupa di saat percakapan dan atau pekerjaan yang berpaling dari perintahnya, yang ada hanyalah bingung dan rasa bersalah yang dalam. Hanya istiqfar yang mengurangi rasa bersalah, itupun tak membebaskan sama sekali.

Temu Inklusi 2014

~~

Tak terasa temu inklusi 2014 sebentar lagi akan dilangsungkan. Tempatnya di Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Temanya : “Inklusi dari Desa : Menggalang Apresiasi, Menggagas Inovasi dan Membangun Misi.” Akan begitu banyak kegiatan dalam pertemuan ini, diantaranya seminar desa, sharing kerja-kerja inklusi, beragam workshop, pameran-pameran, ragam lomba, pentas budaya dan pasar malam. Pertemuan ini, pasti akan meriah.